Methodology of Interpreting the Divine Attributes Between the Salaf and Khalaf

Penulis

  • Zaqi Ramdani Institut Agama Islam Al-Hidayah
  • Fachri Fachrudin Institut Agama Islam Al Hidayah
  • Aceng Zakaria Institut Agama Islam Al Hidayah

DOI:

https://doi.org/10.61086/jstiudh.v12i2.104

Kata Kunci:

Khalaf, tafsir, Salaf, Tanzih, dzatiyah

Abstrak

Perdebatan mengenai ayat-ayat sifat dzatiyah Allah dalam pemikiran Islam sering memicu polemik sektarian akibat pembacaan lahiriah terhadap wahyu. Penelitian ini mengkaji metodologi tafsir dalam penafsiran sifat dzatiyah Allah antara Salaf dan Khalaf dengan menempatkan keduanya sebagai orientasi metodologis, bukan sekadar periodisasi sejarah. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis komparatif (muqaran) terhadap karya tafsir dan teologi klasik, pembahasan difokuskan pada tiga lafaz Al-Qur'an: istiwa, yad, dan wajh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metodologi Salaf menegaskan lafaz wahyu (itsbat), menolak takyif, tasybih, tamtsil, dan ta'thil, serta menyerahkan kaifiyah kepada Allah. Sebaliknya, metodologi Khalaf menggunakan ta'wil kebahasaan berdasarkan analisis kontekstual ketika makna zahir berpotensi menimbulkan kesan jasmani (tajsim). Kontribusi utama penelitian ini terletak pada pemetaan logika metodologis internal kedua tradisi dalam menyeimbangkan komitmen kepada firman Allah dan prinsip penyucian Tuhan (tanzih). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua pendekatan tersebut bertemu pada tujuan teologis yang sama, yaitu menjaga tanzih melalui mekanisme penafsiran yang berbeda, sehingga memberikan pijakan rasional bagi hermeneutika Al-Qur'an kontemporer.

Diterbitkan

2026-09-30

Cara Mengutip

Methodology of Interpreting the Divine Attributes Between the Salaf and Khalaf. (2026). Darul Hikmah: Jurnal Penelitian Tafsir Dan Hadits, 12(2), 132-148. https://doi.org/10.61086/jstiudh.v12i2.104

Artikel Serupa

1-10 dari 30

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.